Apa itu braille? Braille adalah sistem tulisan sentuh yang menggunakan titik-titik timbul. Tulisan ini biasanya digunakan oleh teman-teman tunanetra untuk membaca atau menulis. Sistemnya sederhana, hanya terdiri dari enam titik, yang masing-masing punya arti berbeda.
Penemu yang Hebat
Louis Braille, penemunya, adalah sosok yang inspiratif. Dia mengalami kebutaan total pada usia 5 tahun karena kecelakaan di bengkel ayahnya. Meskipun begitu, semangatnya luar biasa! Pada usia 10 tahun, dia masuk ke sekolah pertama untuk disabilitas netra.
Ide braille sendiri muncul saat tentara Paris ingin membuat tulisan yang bisa dibaca di suasana gelap. Awalnya, ide ini menganjurkan 12 titik, tetapi Louis Braille merasa 12 titik tidak bisa dibaca dengan satu kali rabaan jari. Maka dari itu, dia menciptakan Tulisan Braille hanya dengan 6 titik. Keren, ya?
Cara Kerja 6 Titik
Keenam titik dalam sistem penulisan ini memiliki arti dan penyebutan yang berbeda-beda. Contohnya, titik atas sebelah kiri dinamakan titik satu, titik tengah sebelah kiri dinamakan titik dua, titik bawah di sebelah kiri dinamakan titik tiga. Sementara itu, titik atas sebelah kanan dinamakan titik empat, titik tengah sebelah kanan dinamakan titik lima, dan titik bawah sebelah kanan dinamakan titik enam.
Penamaan ini dibuat untuk memudahkan kita mendeskripsikan kombinasi titik sebuah huruf. Contohnya, huruf 'd' terdiri dari titik satu, empat, dan lima. Huruf 'w' terdiri dari titik dua, empat, lima, dan enam, dan seterusnya.
Membaca vs. Menulis Braille
Menariknya, cara membaca huruf braille adalah dari kiri ke kanan. Tetapi, jika kamu ingin menulis huruf braille, kamu harus memulainya dari kanan ke kiri.
Kenapa begitu? Ini disebabkan karena menulis braille harus memakai alat bantu yang disebut riglet dan stilus.
Riglet berbentuk papan berlubang yang digunakan sebagai cetakan. Sedangkan stilus adalah benda seperti paku yang akan dipakai untuk menusukkan kertas melalui lubang riglet. Menulis braille tidak harus di kertas mahal seperti HVS, tetapi juga bisa di kertas majalah. Ini karena cara membaca braille adalah dengan meraba, bukan melihat.
Braille memuat berbagai jenis huruf dan simbol, mulai dari huruf latin, simbol, angka, hingga huruf hijaiyah, dan tulisan singkat. Hebatnya, semua ini bisa dimuat dalam enam titik saja. Hebat banget, kan?
Intinya, huruf braille ini dapat membuat teman-teman tunanetra membaca dan menulis, sama seperti orang normal. Jadi, apakah kamu tertarik untuk memahami huruf braille lebih jauh lagi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar