Banto Royo kini menjadi destinasi taman rekreasi air yang ramai dikunjungi, namun latar belakangnya menunjukkan sebuah kisah transformasi yang menarik. Sebelumnya, lahan seluas kurang lebih 6,2 hektar ini merupakan rawa mati yang terabaikan.
Kawasan yang terletak di Jorong Kaluang Tapi, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat ini, berhasil diubah menjadi kawasan wisata melalui kolaborasi dan kesepakatan antara masyarakat setempat, wali nagari, kepala jorong, dan para perantau. Proses gotong royong dan kemufakatan ini menjadi fondasi utama berdirinya objek wisata yang berjarak sekitar 12 km dari Kota Bukittinggi dan dapat dicapai dalam waktu kurang dari 30 menit.
Taman rekreasi ini diresmikan oleh tokoh nasional asal Kapau, Andi Sahrandi, pada tanggal 28 Oktober 2018. Sejak saat itu, Banto Royo terus dikembangkan dan kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung, antara lain perahu air, seluncuran air, jembatan besi, flying fox, musala, restoran, dan area parkir yang luas.
Asal Nama yang Unik
Nama "Banto Royo" sendiri memiliki makna historis. Kata "Banto" diambil dari nama tumbuhan rumput lokal yang dahulu banyak tumbuh di rawa-rawa lokasi tersebut. Sementara itu, kata "Royo" yang berarti bergoyang, merujuk pada sensasi bergoyang saat menjejakkan kaki di jembatan yang ada di kawasan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar