Buku "Ayahku Bukan Pembohong" karya Tere Liye ini sukses membuat Aku menangis berkali-kali karena membacanya. Biar Aku jelaskan sedikit sinopsisnya. Buku ini menceritakan tentang seorang anak bernama Dam yang sering mendengarkan cerita dari Ayahnya. Mereka hidup sederhana dengan Ibunya yang mengidap penyakit kronis. Ayahnya terkenal dengan orang yang selalu jujur dalam bertindak dan bersikap. Seiring berjalannya waktu, Dam mulai meragukan cerita-cerita Ayahnya. Dan perlahan-lahan mulai membenci ayahnya. (Disclaimer, artikel ini mengandung spoiler).
Saya sangat terharu sekaligus sedih karena membaca buku ini. Apa lagi ketika Ayah menceritakan tentang Sang Captain yang menjadi idola anaknya. Dia menceritakan bahwa Mereka pernah berteman waktu dia masih kuliah. Sang Captain dulu hanyalah pengantar soup waktu itu. Dengan kepolosannya, Dam mempercayai kisah ayahnya. Ketika Dia ingin mengirim surat untuk Sang Captain, Ayahnya melarang dan memarahinya. Disitulah Saya pertama kali menangis karena buku ini. Yang buat Saya sedih lagi adalah ketika Ibunya sakit dan tidak mau diobati. Dam bersusah payah mencari uang untuk pengobatan Ibunya. Tetapi, Alangkah sedihnya Dia ketika menghadapi kenyataan ketika Dia pulang ke rumahnya. Di situlah Dia pertama kali membnci Ayahnya. Dia terus membenci Ayahnya bahkan sampai Ayahnya meninggal. Ketika itu Dia baru tahu ayahnya tidak pernah berbohong. Ayahku bukan pembohong.
Buku ini menyentuh hatiku yang paling dalam. Pernahkah kalian membenci orang tua kalian karena hal yang sepele. Itu juga pernah Aku rasakan. Satu hal yang selalu Aku ingat, janganlah membenci orang tua kalian karena kalian juga yang akan menyesal nantinya.
keren kk adis....
BalasHapusBagus adis
BalasHapus